Datang langsung :

ALAMAT : PASAR CIJANTUNG
KIOS BLOK A - LOO. BKS. 139
JAKARTA TIMUR
BUKA TIAP HARI PUKUL (07.00 s/d 18.00) WIB

PHONE : 089636544122

Sabtu, 28 Mei 2011

Tips Membedakan Pusaka Sepuh / Tua dengan Keris Baru

Membedakan keris tua dan keris baru dalam kata lain bisa di artikan dengan kalimat penangguhan. Tangguh yang artinya perkiraan menilai estimasi sebuah keris dari era zaman masa pembuatannya berdasarkan penelitian (berbekal ilmu dan pengalaman) untuk menilai ciri fisik yg tertuang dalam sebilah keris. Dan semua yang tertuang dalam sebilah keris tersebut sehingga menimbulkan sabda hati (baca keyakinan) bahwa keris di buat pada zaman nya sesuai dengan segala bentuk ciri khas keris, bahan pembuatan, penataan pamor, tekstur rancang bangun, condong leleh, jenis besi, dll (bukan perkiraaan karena berdasarkan ciri bentuk sebuah keris seperti majapahit lantas di tangguh majapahit, dsb. Apa lagi bertanya tangguh dengan khodam ghaib). Khususnya bagi orang yg memang ingin mencari keris2 tua, beberapa kalangan mungkin menganggap semua keris tua memiliki isoteri / energy ghaib padahal tidak semua keris tua begitu. Keris-keris tua sangat banyak sekali di gemari di kalangan masyarakat sampai saat ini, khususnya para kolektor pusaka, karena khawatir jika keris yg dibelinya adalah keris baru apalagi prosesan (baca : keblondrok).

Kadang ada juga seorang pembeli yang kurang memahami ilmu perkerisan membeli sebuah keris dari seorang penjual, sebut saja "penjual keris A" karena kurang memahami perkerisan mungkin bertanya ke pedagang lain atau orang yg di anggap mengerti keris sebut saja "oknum penjual B" sehingga terpengaruh hasutan dari "oknum penjual keris B" yang menjelek-jelekan keris yg baru saja di beli dari "penjual keris A" sehingga pembeli hilang rasa kepercayaan kepada "penjual keris A". Karena oleh "oknum penjual B" dijelaskan keris yg dibelinya (pembeli) adalah keris baru atau prosesan. Lalu keris yang sudah di maharkan dari "penjual keris A" yang di beli meskipun betul-betul tua jadi di anggap pembeli menjadi keris baru atau prosesan karena hasutan oleh "oknum penjual keris B" dengan niat supaya pembeli selalu membeli barang si "oknum penjual keris B" tersebut. Atau bahkan ada niat lain untuk mencari keuntungan sendiri, keris yg sudah dianggap prosesan atau keris baru tadi di tukar dengan keris lain oleh "oknum penjual keris B" yang kualitasnya lebih jelek namun di bumbui dongeng sehingga si pembeli bersedia melakukan barter meskipun keris yg di dapat kualitasnya di bawah keris yg di beli dari "penjual keris A". Inilah pentingnya ilmu pengetahuan serta pengalaman dan jam terbang yg tinggi untuk mendalami ilmu tosan aji sehingga kita tidak mudah dihasut. Mohon maaf tanpa ada maksud menjatuhkan siapapun, tapi ini fenomena sebenarnya yang pernah terjadi selama ini, mungkin tidak di dunia perkerisan saja namun tidak tertutup kemungkinan dalam bisang usaha lain begitu juga adanya.

Jadilah penjual yang bersaing secara sehat, karena rejeki tidak akan tertukar meskipun jenis usahanya sama, tapi rejekinya tidak akan sama (setiap orang punya jalan rejeki masing-masing, TUHAN sudah mengaturnya). Di luar itu kalau mau menilai lebih jauh nilai keris-keris baru pun (baca : kamardikan adalah keris yang di buat setelah tahun 1945 atau era kemerdekaan sampai sekarang) banyak yang harganya mahal, bahkan tidak kalah indah dengan keris-keris tua / sepuh. Yang terpenting adalah dari pihak penjual menjelaskan secara jujur kalau barang yang di jual betul-betul sesuai (keris memang buatan baru atau tua sebutkan apa adanya). Keris - keris baru / kamardikan banyak juga di buru para kolektor2 bahkan sampai pengusaha dan pejabat yg memang sengaja memesan keris2 baru untuk berbagai macam keperluan, bahkan sampai ke mancanegara banyak yang sengaja memesan langsung keris-keris buatan baru karena keindahannya. Bahkan keris baru pun jika memang digarap sesuai pakem dan ritual khusus dari sang empu bisa memiliki yoni dan nilai isoteri yg tidak kalah dengan keris tua dan harganya pun sangat fantastis (puluhan sampai ratusan juta bahkan beberapa rekan ada yg pernah jual sampai harga milyar rupiah). Tanpa panjang lebar bagi anda yg ingin membedakan keris sepuh dan keris baru silahkan anda baca tips berikut :

Ilustrasi jenis gandik keris Naga sumber mbah google

1. Menggunakan "Tester" (baca: orang yg di anggap sudah paham tentang ilmu perkerisan) :

Maraknya perdagangan keris baik dari kalangan pedagang kelas atas yang menjual koleksinya dari harga puluhan juta sampai milyaran rupiah, sampai penjual kelas bawah yang menjual kerisnya kisaran ratusan ribu sampai jutaan sampai saat ini masih banyak turut meramaikan khasanah budaya perkerisan yang sudah resmi terdaftar dan di sahkan oleh UNESCO keris sebagai peninggalan budaya dunia asli Indonesia Non bendawi sejak tahun 2005. Namun banyaknya peminat baik dari rekan kolektor yg sudah lama maupun pemula yg menggandrungi keris bahkan beberapa kali saya kedatangan tamu dari mancanegara yg sengaja membeli keris langsung, tak jarang yang membawa "tester". Bagi kalangan kolektor baik itu sekedar di niatkan hanya untuk pajangan, koleksi, sebagai piyandel pusaka, melestarikan budaya, dll, sehingga membuat pasar perkerisan selalu ramai dan ada saja peminatnya bahkan untuk sebagian kolektor dijadikan sambilan juga dengan menjual sebagian koleksinya yg di anggap sudah "bosan" untuk dimaharkan ke orang lain (baca "kolekdol" koleksi adol = bahasa jawa koleksi penjual). Maupun menjadikan lahan penghasilan baru untuk menambah lapangan kerja bagi orang yg ingin mencari penghasilan, bahkan bagi sebagian orang yg sudah merasakan hasilnya sampai menjadikan bisnis perkerisan sebagai mata pencaharian utama. Ramainya pasar perkerisan ini bagi sebagian rekan kolektor menjadikan seorang "tester" sebagai ujung tombak ke absahan sebuah keris yg akan di maharkan nantinya.

Fungsi utama seorang "tester" adalah orang yg di percaya sebagai pendamping seorang pembeli (kolektor) keris untuk meneliti segala bentuk estetika, nilai eksoteri, bentuk fisik, dan semua karakter yg tertuang dalam sebilah keris dan harus sesuai dengan apa yg di harapkan oleh kolektor atau pembeli. Namun dalam hal ini ada juga beberapa "oknum" tester yg sebelumnya sudah bekerja sama dengan penjual dengan niat ingin mencari nilai keuntungan lebih (meminta bagian dari penjual biasanya bisa 5 sampai 10%, atau bahkan lebih), agar keris dari pihak penjual bisa "deal" resmi terjual oleh pembeli (kolektor). Rupanya di sini ada sandiwara antara "tester" dengan penjualnya yang pastinya hal ini dilakukan tanpa sepengetahuan dari pihak pembeli. Padahal dari pihak pembeli (kolektor) si "tester" sudah mendapat bayaran komisi untuk meneliti keris yg akan dimaharkan. Bahkan ada juga beberapa oknum "tester" yang sudah bekerja sama dengan "oknum" pihak dalam keraton untuk membuatkan surat kekancingan (baca sertifikat keraton) meskipun kerisnya berasal dari luar keraton. Maka tidak heran di kalangan para kolektor banyak menyimpan keris tembakan (baca duplikat) keris keraton yg di beli, padahal kerisnya bukan asli bikinan dalam keraton bahkan nilai harganya satu keris bisa kisaran ratusan juta sampai milyaran rupiah (sebuah harga yg sangat fantastis).

Ilustrasi keris PB Surakarta sumber mbah google

Biasanya keris-keris keraton bertangguh nom-noman, selain dari bentuk fisiknya yang masih utuh dan nilai estetikanya yang bagus juga dari segi isoteri keris-keris keraton biasa di buru karena di anggap memiliki nilai yoni yg bagus karena di garap langsung oleh empu keraton dengan disiplin ilmu pembuatan keris serta pakem dan ritual khusus yang ketat. Apalagi biasanya keris-keris keraton digunakan untuk kepentingan kerajaan dan dipakai oleh raja mapun keluarga atau pejabat keraton pastinya tidak sembarangan dalam pembuatannya. Kadang ada juga oknum "tester" yg bersedia menyediakan keris keraton khusus pesanan bagi siapa saja yang menginginkan, jika tidak tersedia maka pembeli di suruh menuggu beberapa bulan sampai barang yg di pesan bisa di dapatkan. Padahal dalam kurun waktu menunggu oknum "tester" tersebut sedang memesan ke seorang empu atau pembuat keris untuk membuatkan keris sesuai pesanannya, semua di buat sedetail mungkin bahkan dari bentuk dapur serta ricikan sekecil apapun di buat menyamakan bentuk asli pusaka keraton yg diinginkan si pembeli. Coba bayangkan kalau satu dapur keris keraton bergelar "kanjeng kyahi" bisa dimiliki banyak orang, padahal awalnya sang empu keraton hanya membuat satu keris saja untuk keperluan keraton. Biasanya keris-keris keraton diburu oleh para kolektor yang nantinya akan di gunakan sebagai koleksi dan kebanggan tersendiri memiliki keris asli empu keraton beserta sertifikatnya selain itu ada juga yg di gunakan untuk piyandel atau pusaka pegangan pribadi dan harganya juga cukup menguras kantong. Namun tidak berarti semua "tester" memiliki prilaku seperti itu, karena masih cukup banyak juga "tester" yg berprilaku jujur. Maka disarankan carilah seorang "tester" yg jujur dan sudah sangat anda kenal, dan yg terpenting orang tersebut bisa dipercaya khususnya dalam ilmu perkerisan sudah cukup mumpuni sehingga anda tidak kecewa nantinya. Kadang orang yang sudah pakar dan ahli pusaka saja terkadang masih salah dan kecewa dengan keris yg di maharkan karena ternyata penangguhannya tidak sesuai, dll. MANUSIA TEMPATNYA SALAH DAN KHILAF DAN TIDAK ADA MANUSIA YANG SEMPURNA.

2. Penangguhan melalui sertifikasi "surat keterangan" keris :

Belakangan ini sedang trend sertifikasi untuk keris tidak kalah dengan sertifikasi batu akik. hanya saja untuk kategori batu akik orang lebih mencari ke arah keaslian batu tersebut agar tidak mendapatkan batu imitasi / sintetis. Beda halnya dengan sertifikasi dalam perkerisan biasanya orang lebih cendrung mengarah kepada ilmu penangguhan (estimasi masa pembuatanya), namun ada juga beberapa rekan kolektor yg membuat sertifikat keris untuk tujuan yg memang ingin dipergunakan hanya sebagai koleksi agar terkesan lebih exclusive dan antik serta banyak alasan lain. Di sini saya berbicara sertifikasi untuk mencari penangguhan, karena disamping sedikit sekali lembaga yg berkompeten di dalam seni perkerisan. Sehingga membuat kalangan kolektor agak kesulitan mendapatkan lembaga yang dapat membuat sertifikat keris yg seluruh isi dan keterangan nya betul-betul akurat (bukan sekedar perkiraan sendiri saja). Dulu ada ahli pusaka dan membuat sertifikat keris Almarhum Pak Bambang Harsrinuksmo sekaligus pengarang buku Ensiklopedi Keris cuma sekarang sudah meninggal.

Ilustrasi keris luk 11 abad 16 masehi, sumber  Musium wilwatikta online
Diluar itu sertifikasi keris juga belakangan digandrungi beberapa kolekdol atau penjual keris untuk menjelaskan spesifikasi keris yg di jualnya, mungkin di anggap pihak jasa pembuat surat keterangan sebagai pihak yg netral sehingga tidak ada yg saling di bohongi. Selain itu bagi penjual juga tidak perlu repot menangguh ataupun di anggap si penjual asal tangguh saja karena sudah ada sertifikatnya "red surat keterangan". Kalaupun nantinya jika secara fisik keris tidak sesuai estimasinya maka sudah ada sertifikat keris yg ber tanggung jawab (sangat simple) istilahnya mau cari aman. Dalam hal ini penangguhan yg membicarakan sebuah permasalahan yg cukup kompleks, perbedaan cara penangguhan, ciri fisik, bahan, dll. Kadang beda orang beda pendapat (masalah khilafiyah), sehingga beberapa orang menganggap sertifikat bukanlah hal penting, dan biasanya pembeli yang membuatkan sertifikat keris dengan niat untuk menilai penangguhannya adalah orang yg kurang paham mengenai ilmu perkerisan.

Bagi peminat keris yg sudah paham hal yg paling utama bukan semata-mata karena sebuah sertifikat keris saja (beda dengan batu akik), karena dalam menilai sebuah keris (pusaka) pada dasarnya adalah berdasarkan ilmu pengetahuan dan pengalaman jam terbang yang tinggi dalam ilmu tosan aji yg sudah di miliki oleh seseorang peminat (kolektor) keris untuk melihat karakter fisik nilai eksoteri serta estetika sebuah keris. Karena meskipun ada sertifikat keris sekalipun kadang masih ada juga yang tidak sesuai dalam penangguhan, artinya sertifikat keris juga tidak menjamin 100% ketepatan dalam penangguhan. Kata sertifikat ini yg kadang di salah artikan oleh banyak kalangan padahal sebenarnya hanya "surat keterangan saja" bukan sertifikat seperti yg banyak dipahami banyak orang. Bahkan pernah pengalaman saya beberapa kali surat keterangan tersebut yg sudah saya buat di sebuah musium keris daerah Jakarta Timur ternyata di tolak oleh beberapa orang kolektor karena isinya "di anggap" tidak sesuai dengan estimasi kerisnya secara fisik, jenis dapur, penamaan pamor, estimasi penangguhan sampai jenis aksessories keris yg digunakan tidak sesuai dengan fisiknya.

Contohnya dalam penangguhan keris secara fisik yang sebelum di buatkan surat keterangan sudah saya identifikasi di tambah lagi dengan ber konsultasi juga dengan beberapa rekan yg sudah cukup paham mengenai ilmu perkerisan menangguh, seperti keris bertangguh estimasi abad 17, namun dalam surat keterangan tertulis tangguh sepuh abad 12 masehi, keris tangguh madya era abad 15 - 16 masehi dalam surat keterangan tertulis tangguh kamardikan abad 20 (padahal keris itu adalah keris warisan buyut saya dari 3 generasi semenjak sebelum masa kemerdekaan dan biasa dibawa sebagai pegangan saat menghadapi penjajah) bagaimana bisa baru di buat abad 20 Masehi ? Keris tangguh Mataram abad 16 di surat keterangan tertulis tangguh Madura abad 18, keris tangguh Bali abad 17 di surat keterangan tertulis tangguh Madura abad 20 (mungkin disamakan dengan bilah keris Jawa yang lebih kecil dan luwes, padahal keris yg saya bawa memang asli Bali dengan ciri khasnya dengan bilah yg lebih panjang dan besar serta terlihat kaku di tambah bahan pamornya yg terkesan mentah dan mengkilap jadi di anggap keris Madura abad 20, padahal pesinya saja sudah kecil asli karena termakan usia bukan karena prosesan), belum aksessorisnya handle Bali disebut handle Madura (padahal secara fisik handle ukiran sangat jelas buatan khas Bali tulen), penamaan pamor yang tidak sesuai pakem, penamaan dapur keris yg tidak sesuai pakem : seperti keris dapur Ganesha di sertifikat tertulis dapur "liman siluman" (baru dengar saya), keris dapur tumenggung tidak ada sogokannya di serifikat tertulis dapur sinom wora wari ada sogokannya, keris jangkung segoro winotan sogokan rangkep sampai ujung wilah di sertifikat tertulis dapur jangkung pacar. Belum jenis kayu yg digunakan sebagai warangka seperti kayu asem di sertifikat ditulis kayu timoho pelet, kayu cendana wangi disebut kayu sawo, dll. Bahkan yang lucunya lagi saya pernah membuat 2 lembar surat keterangan dengan 1 buah keris yang sama bahkan acsessories sandangan nya tidak ada satupun yg saya rubah, ternyata tangguh dan nama dapurnya bisa berbeda padahal jarak antara pembuatan surat pertama dan ke dua hanya berselang 1 bulan. Ini penilaian fisik yang sudah jelas saja masih salah, bagaimana dengan ilmu penangguhannya (sangat perlu dipertanyakan). Yang akhirnya semua sertifikat tersebut tidak terpakai sama sekali, padahal saya sudah menggelontorkan uang yang lumayan besar untuk biaya pembuatan seluruh sertifikat tersebut. Memang dalam hal ini sangat diperlukan orang-orang yg berkompeten di bidang pembuatan sertifikat perkerisan ini, apalagi jika pembuatan sertifikat sudah di komersialkan maka seharus nya ada peneliti dari orang-orang yg betul-betul sudah cukup ahli di bidang pembuatan sertifikat keris (baca bukan kira-kira nangguh). Lebih bagus jika dalam pembuatan sertifikasi keris disertai peralatan laboratorium baca "lab" yg mendukung ilmu metalurgi serta kandungan serat karbon, dan bahan lain yg mendukung dan di tulis dalam sertifikat keris. Selain itu di dukung dengan teknik lain yg menguatkan seluruh deskripsi dalam pembuatan sertifikat keris khususnya dalam hal penangguhan yg terdapat dalam sebilah keris sebagai bukti bahwa keris tersebut memang sudah di teliti dengan betul-betul akurat.

Foto sertifikat asli yg saya buat tanpa ada maksud menjatuhkan siapapun. Maaf foto sengaja saya kaburkan
Sehingga tidak terkesan sertifikat keris dibuat dengan kurang teliti dan sekedar perkiraan pribadi saja tanpa ada penelitian lebih dalam tentang barang yg akan di identifikasi, padahal pembuatan sertifikat juga ada biaya pembuatanya (pengalaman pribadi). Bicara versi lain sertifikat - sertifikat keris dari keraton (baca kekancingan) bahkan dari beberapa pengalaman rekan kolektor yg mengkoleksi keris-keris yg di anggap buatan keraton (baca HB Jogja / PB Solo), banyak juga di antara koleksi mereka ternyata adalah keris-keris tembakan (baca duplikat) yang lahir di luar keraton khususnya buatan Madura, namun punya surat kekancingan (baca sertifikat dari keraton) yg dikeluarkan langsung dari keraton. Entah itu permainan atau bukan, Wallahu A`lam. Penangguhan bersifat kompleks yg butuh ilmu pengetahuan dan jam terbang yg tinggi untuk mengenal betul seluk beluk perkerisan. Dalam hali ini hanya saya anggap sebagai pengalaman pribadi dan tidak ada maksud dan tujuan untuk menjatuhkan siapapun.

3. Penangguhan melalui penelitian dari sebilah pusaka secara eksoteris :

Hal ini merupakan landasan utama dari ilmu penangguhan, dan sangat di sarankan bagi semua pecinta tosan aji agar bisa belajar dan betul-betul menguasainya. Untuk penangguhan selanjutnya yang bisa lakukan adalah sesuai dasar dari hasil penelitian fisik keris, bahan material, kualitas besi / baja, ilmu metalurgi, penataan dan bahan pamor, rancang bangun, teknik tempa, dsb. Serta berkonsultasi juga dengan beberapa pakar maupun rekan perkerisan yg sudah memahami ilmu keris, sering memegang keris-keris tua maupun keris buatan baru serta memperhatikan setiap detailnya (bahan, bentuk, dsb). Karena dalam penangguhan semua berdasarkan penelitian dan bukan berdasarkan penilaian subjektif pribadi serta perkiraan saja. Banyaknya pedagang maupun kolekdol yg sekedar menangguh hanya berdasarkan segi perkiraan saja menyebabkan tidak sedikit pembeli yg kurang teliti dan minim pengetahuan mengenai tosan aji pada saat sebelum memaharkan menjadi kecewa dengan barang yg di beli, khususnya dalam pembelian online. Karena pembeli tidak datang langsung dan hanya melihat barang yg akan di beli hanya melalui foto saja. Maka dengan berbekal ilmu ini anda bisa semaksimal mungkin untuk menangguh sesuai dengan fisik pusaka yang di maharkan meskipun hanya melalui media foto saja, atau paling tidak anda bisa menilai penangguhan mendekati masa pembuatannya. Untuk pembelian secara online (pembeli hanya melihat fisik barang melalui foto), mintalah deskripsi foto barang sedetail mungkin dari wilah sampai bagian pesi. Mungkin untuk sebagaian pedagang di anggap sebagai pembeli yang rewel (teliti sebelum membeli, jangan sebaliknya), tapi percayalah jika penjual yang baik (baca recomended seller) maka semua akan diberikan sedetail mungkin baik segi kelebihan dan kekurangan barang yang akan di jualnya (kata pepatah pembeli adalah raja). Bagi penjual usahakan jangan mengedit foto (menggunakan adobe photo shop atau sejenisnya) barang yang akan di jual, foto apa adanya dengan kamera yang ber pixel (baca resolusi kamera) baik. Di samping foto barang dengan penerangan yg bagus dan back ground atau alas kain untuk barang yg akan di foto dengan kain yg berwarna cerah (putih atau merah, dsb). Harap diperhatikan baik-baik detail foto barang dan deskripsi iklan yg di pasang sebelum membeli, jika diperlukan simpanlah foto iklan barang sebelum melakukan transaksi.  Mintalah foto terbaru dari penjual jika anda masih ragu, usahakan dengan penerangan yg bagus sehingga barang yg di tawarkan betul2 terlihat jelas detailnya. Usahakan penjual menjelaskan segala detail baik segi kelebihan serta kekurangan barang yg akan di jual sesuai dengan fisiknya. Jangan sampai ada anggapan negatif kepada penjual hanya karena kesalah pahaman persepsi penangguhan ataupun hal lain setelah keris sudah dimaharkan.

Keris abad 16 masehi sumber musium wilwatikta online
Dalam hal ini pembeli harus sudah paham dengan barang yg akan di beli. Namun sangat disarankan jika memungkinkan sebaiknya anda datang langsung untuk melihat keris yang di tawarkan, selain menghindari penipuan online anda juga bisa lebih puas karena melihat langsung keris yg ingin anda beli. Selain itu secara teori ada beberapa acuan lain dalam meneliti sebuah keris Sepuh (Tua), diantaranya adalah :

A. SLOROK BAJA, meneliti ada tidaknya slorok baja, untuk keris tangguh setelah majapahit slorok baja kelihatan cukup jelas slorok ini bisa berwarna unggu, hijau atau abu-abu berada diseluruh tepi bilah dan slorok ini sebagai tajamnya besi. Untuk keris baru yang berkualitas dan dibuat dengan tehnik tempa yang baik akan keluar slorok baja ini. Agar lebih jelas bisa diwarangi dahulu.

B. SEPUHAN, meneliti ada tidaknya sepuhan pada bilah keris, keris-keris tua biasanya terdapat sepuhan untuk menguatkan bilah keris tersebut. pada sebuah keris yang dilakukan penyepuhan akan terlihat sekali perbedaan warna pada area bilah yg dilakukan penyepuhan dan yang tidak dilakukan penyepuhan dan biasanya sepuh ini dilakukan pada bagian bilah mulai dari ujung bilah dengan panjang 1/4, 1/2. atau sepanjang ¾ bilah , jarang sekali ada keris yang disepuh seluruhnya.

C. LAPISAN BESI, BAJA DAN PAMOR , meneliti ada tidaknya lapisan baja, besi dan pamor, keris sepuh atau tua pasti dibuat dengan tehnik tempa yang benar masing-masing unsur (besi, baja dan Pamor) dibuat berlapis-lapis. Jadi sebuah keris tua besi harus berlapis, pamor harus berlapis dan baja juga harus berlapis.

D. GRADASI WARNA, dari ketiga acuan diatas akan dapat diperoleh adanya gradasi warna kemudian bandingkan keris yg asli dari jamannya dengan keris yg dicurigai baru. Jika memiliki sebuah keris tua / sepuh dan benar-benar asli tua bisa membandingkan bilah dan gradasi warna pada keris tersebut namun dengan catatan kedua keris di warangi dengan kualitas yang sama sebab ada jenis warangan tua, muda, dan setengah setengah tua, hal ini juga akan berpengaruh sekali pada gradasi warna yang terjadi pada bilah keris. Perhatikan Model ganja, gandik, blumbangan dan ricikan yang lain apa sesuai atau apa ada yang tidak sesuai. Perlu diingat Para pembuat keris aspal (keris baru yang dituakan) juga pandai, mereka membuat keris yang benar-benar mirip dengan aslinya, detail sekecil apapun akan mereka buat untuk menyamai keris yang Tua dan asli.

E. TAYUH, Jika keempat cara diatas masih ragu perlu dilakukan cara yang telah diwariskan leluhur kita yaitu dengan cara ditayuh. cara ini dapat dilakukan dengan berbagai macam cara, ada yang mengukur energi keris tersebut (baca : Isoteri) pada saat dipegang, ada yang perlu dengan meletakkan keris tersebut dibawah bantal pada saat tidur.

F. PROSESAN BAHAN KIMIA : Anda bisa sedikit membandingkan tekstur korosi bilah keris yg terjadi melalui proses pemaksaan menggunakan bahan kimia yang umumnya permukaan bilah akan terlihat rusak serta pamornya akan terlihat redup atau samar2 (seperti gosong) namun kadang jika pamor dari bahan nikel masih terlihat sedikit mengkilap dari bahan nikelnya namun tidak nampak slorok pada bilah keris kadang ada bekas kikir di bagian wilah untuk menghaluskan bilah karena keris yang rusak karena terkena bahan kimia agar terlihat lebih pantas dilihat (misal meratakan luk, sogokan atau bagian lain pada bilah). Yang lebih utama adalah anda melihat langsung pengerjaannya biasanya untuk pengrajin di daerah yang melakukan praktek tersebut. Meski niat awalnya pembuatan keris tersebut didasari agar keris terlihat lebih sepuh bagi penjual yg jujur tentu mereka akan berterus terang apa adanya. Namun bagi pedagang nakal mereka justru mengambil kesempatan tersebut untuk memperdaya pembeli, padahal suatu saat pembeli pasti tahu dan kapok beli lagi dengan penjual yg tidak jujur. Yang lebih kasihan jika penjual pemula yg rata2 tidak mengerti jika kerisnya adalah keris prosesan bahan kimia. Untuk itu belajar secara langsung agar lebih bisa membedakan jadi bukan berdasarkan perkiraan saja atau kata si anu... si anu tidak bisa dipertanggung jawabkan.

Ilustrasi keris Madura abad 18 masehi, sumber musium wilwatikta online

4. Banyak membaca buku-buku tentang dunia perkerisan.

Ilmu Pengetahuan adalah ilmu yang sangat berharga bagi kehidupan, khususnya bagi anda yang sudah kadung menyenangi tosan aji. Menyelami ranah budaya yang satu ini seakan tidak ada habisnya, nilai keindahan dan sejarah yang tak lekang dimakan zaman. Buku-buku yang membahas tentang budaya perkerisan nusantara bagi penikmat seni tosan aji selalu jadi bahan perburuan. Khususnya bagi pemula yang baru menggeluti dunia perkerisan Buku Keris Jawa Antara Mistik Dan Nalar karya pak Haryono Haryoguritno dan Buku ensiklopedi keris Karangan Alm. Bambang Harsrinuksmo bisa menjadi bahan awal untuk dasar pengenalan budaya tosan aji. Karena ke dua buku ini bak dua sejoli yang tak dapat di pisahkan, satu sama lain saling mengisi dan melengkapi dan pengobat dahaga ilmu bagi penikmat tosan aji khususnya. Sayangnya buku-buku ini sekarang sudah sangat langka di pasaran, selain memang sudah tidak di edarkan lagi dari penerbitnya, kalaupun ada harganya memang cukup mahal kisaran di atas 1,5 juta. Namun di luar itu harga yang ditawarkan bukanlah suatu masalah bagi penikmat tosan aji, karena sesuai dengan bobot isi dari buku-buku tersebut. Dalam buku tersebut dibahas semua jenis detail pusaka baik dari segi pembuatannya, jenis dapur keris, jenis kinatah pada keris, estimasi penangguhan sebuah pusaka, dll. Namun selain itu masih banyak referensi buku-buku tentang dunia perkerisan lainnya yang bisa anda beli sebagai pelengkap.

Buku ensiklopedia keris (kiri) dan Buku Keris Jawa Antara Mistik Dan Nalar (kanan)

5. Melihat langsung proses pembuatan keris.

Tidak ada salahnya sesekali anda meluangkan waktu senggang anda untuk melihat langsung cara pembuatan keris, cara membuat pamor-pamor keris, mulai dari dari pamor mlumah sampai pamor miring. Bagaimana melihat tingkat kesulitan dalam proses pembuatan keris, bahan apa saja yg di perlukan, dari bahan dasar menjadi kodokan sampai betul-betul menjadi sebilah keris yang memiliki nilai seni yang tinggi. Jangan lupa melihat bagaimana cara memproses keris baru sehingga terlihat seperti keris tua, sehingga anda nantinya paham keris mana yang betul-betul tua dan keris mana yang prosesan. Bukan dari katanya, atau hanya perkiraan saja. Sehingga bisa menjadikan tambahan wawasan anda dalam menggeluti dunia tosan aji, khususnya bagi para pedagang dan kolektor keris.

Ilustrasi empu yang sedang membuat keris sumber mbah google
Nah silahkan bagi anda yg ingin memaharkan sebuah keris pusaka bisa mengikuti beberapa tips yg saya berikan, menurut anda baik yg mana kembalinya kepada diri anda sendiri. Tujuan saya di sini hanya berbagi pengalaman saja, bukan bermaksud menggurui atau menjatuhkan siapapun. Yang terpenting sebelum membeli sebuah pusaka niatkan untuk melestarikan budaya, carilah dari segi manfaatnya memiliki keris untuk apa tujuannya, carilah keris yg cocok dengan bathin anda (biasanya akan ada sir di hati pada saat anda memperhatikan sebuah keris, rasa senang, adem, ketentraman, kharisma, dll), juga baik dari segi fisik maupun harganya (syukur kalau dapat keris bagus dan terjangkau namanya rejeki). Jika anda sudah senang dengan pusaka yg di maharkan artinya anda ada rasa cocok dengan pusaka tersebut semoga menjadi bermanfaat dan berkah untuk anda. Bagi pedagang, jadilah pedagang Tosan Aji yang mau belajar mendalami dan memahami nilai seni eksoteri dan isoteri Tosan Aji yang sebenar-benarnya. Karena pedagang Tosan Aji adalah pelestari Budaya. Bagi pembeli janganlah cari keris yang cuma sekedar bagus, namun carilah keris yang benar-benar cocok.

Semoga Bermanfaat...Salam budaya.

Nogo Sosro Sabuk Inten Galleries.

Catatan :

Untuk penangguhan yang saya lakukan adalah sesuai dasar dari hasil penelitian fisik keris, bahan material, kualitas besi / baja, ilmu metalurgi, penataan dan bahan pamor, estetika rancang bangun, teknik tempa, dsb. Serta berkonsultasi juga dengan beberapa pakar maupun rekan perkerisan yg sudah memahami ilmu keris, semua berdasarkan penelitian dan bukan berdasarkan penilaian subjektif pribadi serta perkiraan saja. Maka dalam hal ini saya berusaha semaksimal mungkin untuk menangguh sesuai dengan fisik pusaka yang di maharkan, paling tidak mendekati masa pembuatannya. Namun jika anda merasa tidak sesuai dengan penangguhan saya, maka di persilahkan untuk menafsirkan sesuai pendapat masing-masing. Harap diperhatikan baik-baik detail foto barang dan deskripsi iklan yg saya pasang sebelum membeli, jika diperlukan simpanlah foto iklan barang sebelum melakukan transaksi. Jangan sampai ada anggapan negatif kepada penjual hanya karena kesalah pahaman persepsi penangguhan setelah barang sudah dimaharkan. Karena meskipun ada sertifikat keris sekalipun kadang masih ada juga yang tidak sesuai dalam penangguhan, artinya sertifikat keris juga tidak menjamin 100% ketepatan dalam penangguhan. Bahkan pernah pengalaman saya beberapa kali sertifikat yg saya buat di daerah Jakarta di tolak oleh beberapa orang kolektor karena isinya "di anggap" tidak sesuai dengan estimasi kerisnya secara fisik, jenis dapur, penamaan pamor, estimasi penangguhan sampai jenis aksessories keris yg digunakan tidak sesuai dengan fisiknya. Sehingga terkesan sertifikat keris dibuat dengan kurang teliti dan sekedar perkiraan saja tanpa ada penelitian lebih dalam tentang barang yg akan di identifikasi, padahal pembuatan sertifikat juga ada biaya pembuatanya ini pengalaman pribadi. Penangguhan bersifat kompleks yg butuh ilmu pengetahuan dan jam terbang yg tinggi untuk mengenal betul seluk beluk perkerisan. Dalam hal ini pembeli di anggap harus sudah paham dengan barang yg akan di beli. Namun sangat disarankan jika memungkinkan sebaiknya anda datang langsung untuk melihat barang yang di tawarkan agar lebih puas.

Jadilah pembeli yang CERDAS, Baca judul, baca deskripsi produk, baca juga catatan kami ini. Bukan cuma lihat harga dan gambar saja apalagi masih menanyakan spek yang sudah diterangkan dalam deskripsi iklan. Jangan beli tapi tidak tau barang atau fungsi/spesifikasi lalu main complain saja, karena barang yang di jual adalah sesuai dengan kondisi yang sebenarnya. Semua akan saya jelaskan semaksimal mungkin segi kelebihan dan kekurangan barang, baik dari foto maupun deskripsi iklan agar tidak ada yg merasa dirugikan. Kecuali ada kerusakan saat pengiriman barang, maka anda bisa langsung complain kepada pihak jasa pengiriman. Karena sebelum proses pengiriman semua barang kami pastikan dalam keadaan baik dan packing kami buat se aman mungkin untuk menghindari terjadinya kerusakan dalam proses pengiriman. Untuk beberapa "item" akan kami sertakan dengan asuransi pengiriman sesuai dengan harga barang yang anda beli. Secara spiritual semua pemaharan akan disertakan dengan ritual pelepasan pusaka disertai dengan doa-doa khusus, dengan harapan supaya pemiliknya nanti selalu sukses dalam mencapai semua tujuan serta hajadnya melalui pusaka yg dimaharkan atas izin Allah.

Motto :

Motto : Bagi pedagang, jadilah pedagang Tosan Aji yang mau belajar mendalami dan memahami nilai seni eksoteri dan isoteri Tosan Aji yang sebenar-benarnya. Karena pedagang Tosan Aji adalah pelestari Budaya. Bagi pembeli janganlah cari keris yang cuma sekedar bagus. Carilah keris yang benar-benar cocok.

Salam Rahayu

Kata pencarian :

Jenis Keris :

Keris Pasopati, Keris Brojol, Keris Tilam Upih, Keris Semar, Keris Damar Murub, Keris Kala Cakra, Keris Jalak Sumelang Gandring, Keris Omyang Jimbe, Keris Naga Pasa, Keris Naga Tapa, Keris Singa Barong, Keris Singo Kikik, Keris Naga Salira, Keris Naga Keras, Keris Nogo Sosro, Naga Sasra, Keris Buto Ijo, Keris Naga Siluman,Keris Jangkung, Keris Pulanggeni, Keris Sempana Bungkem, Keris Jaran Guyang, Keris Carang Soka, Keris Kidang Mas, Keris Panimbal, Keris Jaruman, Keris Kyai Sabuk Inten, Keris Kyai Sengkelat, Keris Bima Kurda, Keris Kara Welang, Keris Kala Munyeng, Keris Karno Tanding, Keris Sepokal, Tombak Pusaka, Keris Bali, Keris Lombok, Keris Bugis, Keris Sumatera, Keris Palembang, Keris Melayu, Keris Moro, Keris Sundang, dan Keris Pusaka Asli lainnya.

Pamor Keris :

Keris Pamor Udan Mas, Pamor Junjung Derajat, Pamor Pancuran Mas, Pamor Pamengkang Jagad, Pamor Pegat Waja, Pamor Wos Wutah, Pamor Beras Tumpah, Pamor Kulit Semangka, Pamor Tambal, Pamor Pulo Tirto, Pamor Kol Buntet, Pamor Adeg, Mrambut, Pamor Ilining Warih, Pamor Korowelang, Pamor Ron Genduru, Pamor Mayang Mekar, Pamor Kenanga Ginubah, Pamor Bendo Segodo, Pamor Melati Sinebar, Pamor Melati Rinonce, Pamor Bonang Rinenteng, Pamor Jung isi Dunya, Pamor Tunggak Semi, Pamor Putri Kinurung, Pamor Gumbolo Geni, Pamor Singkir Geni, Pamor Singkir Banyu, Pamor Singkir Angin, Pamor Raja Sulaiman, Pamor Batu Lapak, Pamor Tunggul Wulung, Pamor Lintang Kemukus, Pamor Sada Saler, Pamor Gubet Mayit (Buntel Mayit),Pamor Satria Pinayungan, Pamor Kelabang Sayuto, Pamor Sumur Bandung, Pamor Buntel Mayit, Pamor Ratu Pinayungan, Pamor Lawe Setukel, Saukel, Pamor Telaga Membleng, Pamor Wengkon, Pamor Tejo Kinurung, Pamor Rojo Gundolo, Pamor Raja Gundala, dan Aneka Pamor Lainnya.

Buku Keris :

Buku keris jawa antara mistik dan nalar, Buku ensiklopedia keris, Buku keris naga, buku keris majapahit, buku keris mataram, buku keris bugis, buku keris melayu.