Datang langsung :

ALAMAT : PASAR CIJANTUNG
KIOS BLOK A - LOO. BKS. 139
JAKARTA TIMUR
BUKA TIAP HARI PUKUL (07.00 s/d 18.00) WIB

PHONE : 089636544122

Sabtu, 28 Mei 2011

Sedikit Tentang Pusaka

SEDIKIT TENTANG PUSAKA

Ilmu tangguh adalah pengetahuan (kawruh) untuk memperkirakan jaman pembuatan keris, dengan cara meneliti ciri khas atau gaya pada rancang bangun keris, jenis besi keris dan pamornya.
Dalam catatan kuno, dituliskan ciri-ciri secara tertulis. Notasi itu meyakini akan adanya sebuah gaya atau langgam dari setiap kerajaan. Artinya pada jaman Majapahit diyakini kerisnya memiliki beberapa ciri gaya atau langgam yang seragam. Begitu pula jaman kerajaan Mataram dan seterusnya jaman kerajaan Surakarta Hadiningrat diyakini memiliki gayanya masing-masing.

...Keyakinan terhadap bahan besi dan pamor juga menjadi panduan dalam ilmu tangguh ini.

Adapun pembagian tahapan-tahapan zaman itu adalah sebagai berikut:

1. Kuno
(Budho) tahun 125 M – 1125 M
meliputi kerajaan-kerajaan: Purwacarita, Medang Siwanda, Medang Kamulan, Tulisan, Gilingwesi, Mamenang, Pengging Witaradya, Kahuripan dan Kediri.

2. Madyo Kuno
(Kuno Pertengahan) tahun 1126 M – 1250 M.
Meliputi kerajaan-kerajaan : Jenggala, Kediri, Pajajaran dan Cirebon.

3. Sepuh Tengah
(Tua Pertengahan) tahun 1251 M – 1459 M
Meliputi Kerajaan-kerajaan : Jenggala, Kediri, Tuban, Madura, Majapahit dan Blambangan.

4. Tengahan
(Pertengahan) tahun 1460 M – 1613 M
Meliputi Kerajaan-kerajaan : Demak, Pajang, Madiun, dan Mataram.

5. Nom
(Muda) tahun 1614 M – 1945
Meliputi Kerajaan-kerajaan : Kartasura dan Surakarta.

6. Kamardikan 1945 hingga seterusnya.
Adalah keris yang diciptakan setelah Indonesia merdeka, 1945.
Pada waktu itu pun raja di Surakarta Hadiningrat ke XII mendapat julukan Sinuhun Hamardika. Keris yang diciptakan pada era ini masuk dalam penggolongan keris kamardikan.

Tangguh merupakan seni yang digandrungi oleh komunitas pecinta keris, karena disini terletak suatu seni dalam nilai kemampuan; semacam uji kemampuan dari sesama penggemar keris. Tangguh juga menjadi sebuah nilai pada harga sebilah keris ... sesuai trend yang ada dari masa ke masa.

Tangguh dalam kamus bahasa Jawa (S. Prawiroatmodjo) diartikan sebagai ’boleh dipercaya’, ’tenggang’, ’waktu yang baik’, ’sangka’, ’persangkaan’, ’gaya’, ’lembaga’, ’macam’ (keris).

Namun demikian, tuntutan modernitas dan keinginan yang kritis (sisi ilmiah) masa kini, tangguh dituntut menjadi pasti (exact), artinya ilmu tangguh akan bergeser menyesuaikan jaman untuk dapat melengkapi salah satu kriteria dalam melakukan sertifikasi sebilah keris. Tuntutan ini adalah hal yang realistik karena generasi muda tak lagi menyanjung ’sesepuh’ yang belum tentu memiliki wawasan yang benar.
Penyanjungan sesepuh adalah ciri etnografis dari budaya paternalistik dalam sub kultur Jawa (Nusantara). Namun demikian ’ilmu tangguh’ harus tetap dipertahankan keberadaannya, kepercayaan pada sesepuh akan bergeser pada sertifikasi suatu badan bahkan mungkin institusional berskala nasional.

Dalam sisi pandang yang kritikal pada abad modern ini, tangguh menjadi sebuah rangsangan baru untuk meneliti secara lebih pasti, betul dan tepat (exact) menentukan sebilah tangguh keris. Maka tingkat pengetahuan yang tertuang pada masa dulu melalui catatan, buku dan naskah kuno menjadi sebuah catatan yang masih kurang memenuhi hasrat keingin-tahuan perkerisan pada saat sekarang. Catatan atau buku kuno tidak melampirkan contoh sketsa atau foto apa yang dimaksudkan pada uraiannya. Tulisan kuno tentang tangguh juga belum bisa menjamin si penulis adalah orang mengetahui keris, bisa jadi penulis adalah seorang pujangga yang menulis secara puitis, karena waktu itu memang tidak memiliki target bahwa tulisannya akan menjadi sebuah kawruh yang meningkat menjadi ilmu seni menangguh.
Ilmu tangguh sering menjadi sebuah polemik, karena terkendala oleh banyak hal, antara lain; kendala wawasan, kendala tempat (domisili atau keberadaan), kendala oleh narasumber yang sebetulnya berskala lokal, kendala oleh karena minat atau selera pada jenis keris dan banyak sekali hal-hal yang memancing perdebatan.

Salah satu cara untuk membangun sebuah ”ilmu tangguh” yang representatif tentu harus melakukan pendataan dan penelitian ulang, salah satunya adalah dengan meneliti penyesuaian antara keris penemuan (artefak) dengan situsnya (geografis); meneliti dan mengkaji ulang catatan kuno dan memperbandingkannya satu buku dengan buku yang lain. Saat ini pun di perpustakaan keraton masih banyak sumber yang dapat menjadi referensi, baik buku-buku bahkan contoh keris berserta kekancingannya.

Dibawah ini ciri-ciri sebuah keris dan tangguhnya :

Jenggala
Ganja pendek, wadidangnya tegak, ada-ada seperti punggung sapi, besi padat-halus dan hitam pekat, pamor seperti rambut putih dan sogokan tanpa pamor.

Pajajaran
Ganja ambatok mengkurep, berbulu lembut, sirah cecak panjang, besi berserat dan kering, potongan bilah ramping, pamor seperti lemak/gajih, blumbangan atau pejetan lebar, sogokan agak lebar dan pendek.

Majapahit
Potongan bilah agak kecil/ramping, ganja sebit rontal kecil luwes, sirah cecak pendek dan meruncing, odo-odo tajam, besi berat dan hitam. Pamor ngrambut berserat panjang-panjang. Pasikutan keris Wingit.

Tuban
Ganja berbentuk tinggi – berbulu, sirah cecak tumpul, pamor menyebar, potongan bilah cembung dan lebar.

Bali
Ukuran bilah besar dan panjang, lebih besar dari ukuran keris jawa, besi berkilau, pamor besar halus dan berkilau.

Madura Tua
Besi kasar dan berat, sekar kacang tumpul dan pamor besar-besar/agal.

Blambangan
Gonjo sebit rontal; gandik agak pendek dan miring (doyong); Sogokan pendek dangkal (cekak); Luwes walau tidak rengkol luknya. Kesan besi : keputih-putihan, padat, berkesan basah, diraba keras.
Pamor : Gajih, tapi ada juga yang merambut.

Mataram
Bentuk ganja seperti cecak menangkap mangsa, sogokan berpamor penuh, sekar kacang seperti gelung wayang, pamor tampak kokoh, dan atas puyuan timbul/menyembul (ujung sogokan)

Kartosura
Besi agak kasar, bila ditimang agak berat, bilah lebih gemuk, ganja berkepala cicak yang meruncing

Surakarta
Bilah seperti daun singkong, besi halus, pamor menyebar, puyuan meruncing, gulu meled pada ganja pendek, odo-odo dan bagian lainnya tampak manis dan luwes.

Yogyakarta
Ganja menggantung, besi halus dan berat, pamor menyebar penuh keseluruh bagian bilah.

Catatan diatas hanya sebagai contoh penulisan kriteria tangguh, yang tentu seharusnya disertai contoh barangnya berupa foto, sketsa atau blad. Maka hal yang sebenarnya ilmu tangguh memang masih perlu disempurnakan.

Ciri khas terletak pada segi garap dan kwalitas besinya. Kwalitas besi merupakan ciri khas yang paling menonjol, sesuai dengan tingkat sistem pengolahan besi pada zaman itu, juga penggunaan bahan ‘Pamor’ yang mempunyai tahapan-tahapan pula. Bahan pamor yang mula-mula dipergunakan batu ‘meteor atau batu bintang’ yang dihancurkan dengan menumbuknya hingga seperti tepung kemudian kita mengenali titanium semacam besi warnanya keputihan seperti perak, besi titanium dipergunakan pula sebagai bahan pamor.

Titanium mempunyai sifat keras dan tidak dapat berkarat, sehingga baik sekali untuk bahan pamor. Sesuai dengan asalnya di Prambanan maka pamor tersebut dinamakan pamor Prambanan. Keris dengan pamor Prambanan dapat dipastikan bahwa keris tersebut termasuk bertangguh Nom. Karena diketemukannya bahan pamor Prambanan itu pada jaman Kerajaan Mataram Kartasura (1680-1744).

Bila kita telah mengetahui tangguhnya suatu keris maka kita lanjutkan dengan menelusuri Empu-Empu penciptanya.



I. Zaman Tangguh Budho (Kuno) :

1. Zaman Kerajaan Purwacarita, Empunya adalah: Mpu Hyang Ramadi, Mpu Iskadi, Mpu Sugati, Mpu Mayang, dan Mpu Sarpadewa.

2. Zaman Kerajaan Tulis, Empunya adalah: Mpu Sukmahadi.

3. Zaman Kerajaan Medang Kamulan, Empunya adalah: Mpu Bramakedali.

4. Zaman Kerajaan Giling Wesi, Empunya adalah: MpuSaptagati dan Mpu Janggita.

5. Zaman Kerajaan Wirotho, Empunya adalah Mpu Dewayasa I.

6. Zaman Kerajaan Mamenang, Empunya adalah: Mpu Ramayadi.

7. Zaman Kerajaan Pengging Wiraradya, Empunya adalah Mpu Gandawisesa, Mpu wareng dan Mpu Gandawijaya.

8. Zaman Kerajaan Jenggala, Empunya adalah: Mpu Widusarpa dan Mpu Windudibya.



II. Tangguh Madya Kuno (Kuno Pertengahan)

Zaman Kerajaan Pajajaran Makukuhan, Empunya adalah: Mpu Srikanekaputra, Mpu Welang, Mpu Cindeamoh, Mpu Handayasangkala, Mpu Dewayani, Mpu Anjani, Mpu Marcu kunda, Mpu Gobang, Mpu Kuwung, Mpu Bayuaji, Mpu Damar jati, Mpuni Sumbro, dan Mpu Anjani.

III. Tangguh Sepuh Tengahan (Tua Pertengahan)

1. Zaman Kerajaan Jenggala, Empunya adalah Mpu Sutapasana.

2. Zaman Kerajaan Kediri, Empunya adalah :

3. Zaman Kerajaan Majapahit, Empunya adalah:

4. Zaman Tuban/Kerajaan Majapahit, Empunya adalah: Mpu Kuwung, Mpu Salahito, Mpu Patuguluh, Mpu Demangan, Mpu Dewarasajati, dan Mpu Bekeljati.

5. Zaman Madura/Kerajaan Majapahit, Empunya adalah: Mpu Sriloka, Mpu Kaloka, Mpu Kisa, Mpu Akasa, Mpu Lunglungan dan Mpu Kebolungan.

6. Zaman Blambangan/Kerajaan Majapahit, Empunya adalah: Mpu Bromokendali, Mpu Luwuk, Mpu Kekep, dam Mpu Pitrang.



IV. Tangguh Tengahan (Pertengahan)

1. Zaman Kerajaan Demak, Empunya adalah: Mpu Joko Supo.

2. Zaman Kerajaan Pajang, Empunya adalah Mpu Omyang, Mpu Loo Bang, Mpu Loo Ning, Mpu Cantoka, dan Japan.

3. Zaman Kerajaan Mataram, Empunya adalah: Mpu Tundung, Mpu Setrobanyu, Mpu Loo Ning, Mpu Tunggulmaya, Mpu Teposono, Mpu Kithing, Mpu Warih Anom dan Mpu Madrim.



V. Tangguh Nom (Muda)

1. Zaman Kerajaan Kartasura, Empunya adalah: Mpu Luyung I, Mpu Kasub, Mpu Luyung II, Mpu Hastronoyo, Mpu Sendang Warih, Mpu Truwongso, Mpu Luluguno, Mpu Brojoguno I, dan Mpu Brojoguno II.

2. Zaman Kerajaan/Kasunanan Surakarta, Empunya : Mpu Brojosentiko, Mpu Mangunmalelo, Mpu R.Ng. Karyosukadgo, Mpu Brojokaryo, Mpu Brojoguno III, Mpu Tirtodongso, Mpu Sutowongso, Mpu Japan I, Mpu Japan II, Mpu Singosijoyo, Mpu Jopomontro, Mpu Joyosukadgo, Mpu Montrowijoyo, Mpu Karyosukadgo I, Mpu Wirosukadgo, Mpu Karyosukadgo II, dan Mpu Karyosukadgo III.



Demikian sekilas uraian tentang Mpu-Mpu dan zaman ke zaman. Keberadaannya sudah tentu menyemarakkan dunia perkerisan selalu sarat dengan karya-karya baru yang terus berkembang dari zaman ke zaman.



Dari keris-keris lurus hingga keris-keris yang ber luk. Ditambah dengan beraneka macam ragam hias pada bilahannya. Semua menuju ke arah maju, tetapi tidak meninggalkan pakem (standar)

Ragam hias itu berupa kepala hewan yang diletakkan pada gadik misalnya kepala naga, anjing, singabarong, garuda, bahkan puthut. Dengan ditambahkannya bentuk-bentuk itu, sekaligus nama keris itupun berubah, naga siluman, naga kembar, naga sosro, naga temanten, manglar monga, naga tampar, singa barong, nogo kikik, puthut dan lain-lainnya. Bahkan zaman Kasultanan Mataram sejak masa Pemerintahan Sultan Panembahan Senopati, dunia Perkerisan tampak makmur lagi, lesan mewah tampak pada bilahan keris yang diserasah emas.

Sultan yang arif dan bijaksana itu membagi-bagikan keris sebagai tanda jasa kepada mereka yang berjasa kepada pribadi Sultan maupun kepada Negara dan Bangsa. Tentu saja ragam hiasannya satu dengan lain berbeda walaupun demikian tidak meninggalkan motif aslinya. Hiasan yang terasah emas itu terletak pada gonjo atau wadhidhang dengan bentuk bunga anggrek atau lung-lungan dari emas. Atau sebantang lidi yang ditempelkan pada gonjo atau dibawah gonjo terdapat Gajah dan Singa terbuat dari emas juga. Tentu saja penciptanya adalah para pakar perkerisan ialah Empu tersebut.

Sifat Fisik Keris

Keris Lurus dan Keris Luk.

Straight Krises & Scabbards / Warongko.

Ada Keris Lurus dan Keris Luk. Ada berbagai macam Keris Luk seperti Keris Luk 3, artinya keris dengan belok 3, ada Keris Luk 5, Keris Luk 7, Keris Luk 9 dll.

Keris Lurus dan Keris Luk mempunyai arti simbolis.

Keris Lurus melambangkan kepercayaan diri dan mental yang kuat.

Kris Luk & Scabbards / Warongko.

Keris Luk 3 melambangkan keberhasilan cita-cita.

Keris Luk 5 melambangkan : dicintai oleh banyak orang.

Keris Luk 7 melambangkan kewibawaan.

Keris Luk 9 melambangkan kewibawaan, kharisme dan kepempiminan.

Keris Luk 11 melambangkan kemampuan untuk mencapai pangkat tinggi.

Keris Luk 13 melambangkan : kehidupan stabil dan tenang.

Terima kasih untuk semua pihak pecinta tosan aji yang telah bersedia melihat toko on line tosan aji saya. Saya mohon di bukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya apabila terdapat kesalahan dlm penyebutan TANGGUH,...DAPUR,....PAMOR dll. Hal tersebut semua karena keterbatasan pengetahuan di bidang TOSAN AJI.

Semoga bermanfaat…Salam budaya.

Catatan :

Untuk penangguhan yang saya lakukan adalah sesuai dasar dari hasil penelitian fisik keris, bahan material, kualitas besi / baja, ilmu metalurgi, penataan dan bahan pamor, estetika rancang bangun, teknik tempa, dsb. Serta berkonsultasi juga dengan beberapa pakar maupun rekan perkerisan yg sudah memahami ilmu keris, semua berdasarkan penelitian dan bukan berdasarkan penilaian subjektif pribadi serta perkiraan saja. Maka dalam hal ini saya berusaha semaksimal mungkin untuk menangguh sesuai dengan fisik pusaka yang di maharkan, paling tidak mendekati masa pembuatannya. Namun jika anda merasa tidak sesuai dengan penangguhan saya, maka di persilahkan untuk menafsirkan sesuai pendapat masing-masing. Harap diperhatikan baik-baik detail foto barang dan deskripsi iklan yg saya pasang sebelum membeli, jika diperlukan simpanlah foto iklan barang sebelum melakukan transaksi. Jangan sampai ada anggapan negatif kepada penjual hanya karena kesalah pahaman persepsi penangguhan setelah barang sudah dimaharkan. Karena meskipun ada sertifikat keris sekalipun kadang masih ada juga yang tidak sesuai dalam penangguhan, artinya sertifikat keris juga tidak menjamin 100% ketepatan dalam penangguhan. Bahkan pernah pengalaman saya beberapa kali sertifikat yg saya buat di daerah Jakarta di tolak oleh beberapa orang kolektor karena isinya "di anggap" tidak sesuai dengan estimasi kerisnya secara fisik, jenis dapur, penamaan pamor, estimasi penangguhan sampai jenis aksessories keris yg digunakan tidak sesuai dengan fisiknya. Sehingga terkesan sertifikat keris dibuat dengan kurang teliti dan sekedar perkiraan saja tanpa ada penelitian lebih dalam tentang barang yg akan di identifikasi, padahal pembuatan sertifikat juga ada biaya pembuatanya ini pengalaman pribadi. Penangguhan bersifat kompleks yg butuh ilmu pengetahuan dan jam terbang yg tinggi untuk mengenal betul seluk beluk perkerisan. Dalam hal ini pembeli di anggap harus sudah paham dengan barang yg akan di beli. Namun sangat disarankan jika memungkinkan sebaiknya anda datang langsung untuk melihat barang yang di tawarkan agar lebih puas.

Jadilah pembeli yang CERDAS, Baca judul, baca deskripsi produk, baca juga catatan kami ini. Bukan cuma lihat harga dan gambar saja apalagi masih menanyakan spek yang sudah diterangkan dalam deskripsi iklan. Jangan beli tapi tidak tau barang atau fungsi/spesifikasi lalu main complain saja, karena barang yang di jual adalah sesuai dengan kondisi yang sebenarnya. Semua akan saya jelaskan semaksimal mungkin segi kelebihan dan kekurangan barang, baik dari foto maupun deskripsi iklan agar tidak ada yg merasa dirugikan. Kecuali ada kerusakan saat pengiriman barang, maka anda bisa langsung complain kepada pihak jasa pengiriman. Karena sebelum proses pengiriman semua barang kami pastikan dalam keadaan baik dan packing kami buat se aman mungkin untuk menghindari terjadinya kerusakan dalam proses pengiriman. Untuk beberapa "item" akan kami sertakan dengan asuransi pengiriman sesuai dengan harga barang yang anda beli. Secara spiritual semua pemaharan akan disertakan dengan ritual pelepasan pusaka disertai dengan doa-doa khusus, dengan harapan supaya pemiliknya nanti selalu sukses dalam mencapai semua tujuan serta hajadnya melalui pusaka yg dimaharkan atas izin Allah.

Motto :

Motto : Bagi pedagang, jadilah pedagang Tosan Aji yang mau belajar mendalami dan memahami nilai seni eksoteri dan isoteri Tosan Aji yang sebenar-benarnya. Karena pedagang Tosan Aji adalah pelestari Budaya. Bagi pembeli janganlah cari keris yang cuma sekedar bagus. Carilah keris yang benar-benar cocok.

Salam Rahayu

Kata pencarian :

Jenis Keris :

Keris Pasopati, Keris Brojol, Keris Tilam Upih, Keris Semar, Keris Damar Murub, Keris Kala Cakra, Keris Jalak Sumelang Gandring, Keris Omyang Jimbe, Keris Naga Pasa, Keris Naga Tapa, Keris Singa Barong, Keris Singo Kikik, Keris Naga Salira, Keris Naga Keras, Keris Nogo Sosro, Naga Sasra, Keris Buto Ijo, Keris Naga Siluman,Keris Jangkung, Keris Pulanggeni, Keris Sempana Bungkem, Keris Jaran Guyang, Keris Carang Soka, Keris Kidang Mas, Keris Panimbal, Keris Jaruman, Keris Kyai Sabuk Inten, Keris Kyai Sengkelat, Keris Bima Kurda, Keris Kara Welang, Keris Kala Munyeng, Keris Karno Tanding, Keris Sepokal, Tombak Pusaka, Keris Bali, Keris Lombok, Keris Bugis, Keris Sumatera, Keris Palembang, Keris Melayu, Keris Moro, Keris Sundang, dan Keris Pusaka Asli lainnya.

Pamor Keris :

Keris Pamor Udan Mas, Pamor Junjung Derajat, Pamor Pancuran Mas, Pamor Pamengkang Jagad, Pamor Pegat Waja, Pamor Wos Wutah, Pamor Beras Tumpah, Pamor Kulit Semangka, Pamor Tambal, Pamor Pulo Tirto, Pamor Kol Buntet, Pamor Adeg, Mrambut, Pamor Ilining Warih, Pamor Korowelang, Pamor Ron Genduru, Pamor Mayang Mekar, Pamor Kenanga Ginubah, Pamor Bendo Segodo, Pamor Melati Sinebar, Pamor Melati Rinonce, Pamor Bonang Rinenteng, Pamor Jung isi Dunya, Pamor Tunggak Semi, Pamor Putri Kinurung, Pamor Gumbolo Geni, Pamor Singkir Geni, Pamor Singkir Banyu, Pamor Singkir Angin, Pamor Raja Sulaiman, Pamor Batu Lapak, Pamor Tunggul Wulung, Pamor Lintang Kemukus, Pamor Sada Saler, Pamor Gubet Mayit (Buntel Mayit),Pamor Satria Pinayungan, Pamor Kelabang Sayuto, Pamor Sumur Bandung, Pamor Buntel Mayit, Pamor Ratu Pinayungan, Pamor Lawe Setukel, Saukel, Pamor Telaga Membleng, Pamor Wengkon, Pamor Tejo Kinurung, Pamor Rojo Gundolo, Pamor Raja Gundala, dan Aneka Pamor Lainnya.

Buku Keris :

Buku keris jawa antara mistik dan nalar, Buku ensiklopedia keris, Buku keris naga, buku keris majapahit, buku keris mataram, buku keris bugis, buku keris melayu.