Datang langsung :

ALAMAT : PASAR CIJANTUNG
KIOS BLOK A - LOO. BKS. 139
JAKARTA TIMUR
BUKA TIAP HARI PUKUL (07.00 s/d 18.00) WIB

PHONE : 089636544122

Sabtu, 28 Mei 2011

MERAWAT & MENJAMAS PUSAKA


MERAWAT & MENJAMAS PUSAKA

Menjamas pusaka adalah proses merawat dan menjaga pusaka hingga tetap bebas dari karat hingga terjaga dari kerusakan. Proses merawat pusaka ini mulai dari proses membersihkan dari karat / mutih, mewarangi, hingga meminyaki dan memberi wewangian pada pusaka. Keseluruhan proses ini disebut proses Jamasan Pusaka. Dan yang terpenting dari seluruh proses ini adalah sikap batin kita yang harus “nderek langkung” alias permisi, menghormati dan tidak meremehkan. Hal tersebut merupakan penghormatan kita atas kerja sang empu dan atas berkah Tuhan atas pusaka tersebut.

I. MENCUCI PUSAKA / MUTIH
Syarat mutlak agar bilah keris bisa diwarangi dengan baik, adalah bilah harus diputih dengan baik terlebih dulu, setelah terlebih dulu dibersihkan dari berbagai noda, kotoran atau karatnya – termasuk warangan yang terdahulu / lama / bekas. Cara ini disebut “mutih”.

Salah satu cara tradisional mutih adalah :
Rendam bilah keris dengan air kelapa tua (asam lemah) selama beberapa hari, bergantung kadar kotoran dan karatnya. (air bisa ditaburi dengan bunga setaman)Gosok bilah dengan jeruk nipis sehingga menjadi putih keperakanBuah lerak dibuang isinya dan diberi sedikit air dalam mangkok agar berbusa. Dengan sikat halus, gosok keris yang telah dimandikan tadi dengan air lerak. Saat menggosok keris dengan sikat jangan dibolak-balik. Sebaiknya mulai dari pesi sampai ganja terus ke awak-awak hingga pucuk. Lakukan dengan pelan dan mantap hingga benar-benar bersih. Lebih hati-hati lagi jika membersihkan keris kinatah atau keris yang kembang kacangnya sudah sangat tipis.Lakukan pada bilah keris baliknya.Setelah benar-benar bersih, keringkan dengan menggunakan kain bersih dengan cara memijit-mijitkan kain ke seluruh bagian.
Keris yang telah kering disiram dengan air bersih dan keringkan kembali – seperti sebelumnya.

Beberapa cara yang lain untuk mutih :

1. Di rendam dalam air jeruk nipis.
Akan lebih baik dai perasan air jeruk nipis yang sebelumnya buah jeruk tersebut dikupas. Kulit jeruk bisa menyebabkan bilah keris menjadi kemerahan. Perlu dilihat waktu perendaman karena air jeruk ini bisa memakan bilah besi jika terlalu lama direndam. Jadi sering-sering di cek. Biasanya membutuhkan waktu sektar 6 jam - 1 hari tergantung kualitas warangan yang lama.

2. Jika ingin tidak terlalu makan besi, bisa menggunakan air kelapa tua.
Ini bisa membutuhkan waktu antara 2-5 hari tergantung warangan yang melekat pada bilah. Jika menggunakan cara ini, maka tiap hari kita perlu membersihkan keris dengan sabun colek. Setelah kering dan sabun bersih, maka dimasukkan lagi ke air kelapa. Tetapi jangan mengganti air kelapa tersebut. Dibiarkan saja menggunakan yang awal. Air kelapa juga bisa mengangkat karat dari bilah keris.

4. Jika ingin instant, bisa menggunakan air campur dengan serbuk sitrun.
Tetapi ini sangat tidak dianjurkan karena bisa membuat bilah keris berpori atau berbintik. Jadi serat besi akan hilang.

5. Cara paling ekstrim dan sangat tidak dianjurkan adalah dengan menggunakan cairan HCL atau Asam Nitrat. Ini sangat merusak keris walau keris bisa putih segera dalam waktu hanya sekitar 5 menitan.

Setelah itu keris dioles dengan jeruk nipis yang sudah di kupas dan dibelah menjadi 2 bagian. Bisa ditambahkan dengan abu gosok, dimana belahan jeruk dimasukkan ke abu gosok dan dioleskan ke keris. Cuci dengan air bersih. Barulah kemudian keris bisa menjadi putih sehingga siap diwarangi. Memutih bilah, bisa dilakukan siapa saja. Tidak perlu ahli. Setelah bilah bebas karat usai direndam air kelapa, dan disikat sabun colek jeruk nipis, ya tinggal disikat terus, pelan-pelan. Sesabar-sabarnya, sabun-jeruk-sabun-jeruk sampai nyaris "putih" kemilau, seperti seolah bilah dicat warna metalik. Jangan memutihkan keris dengan cara di ampelas atau apalagi di kikir.

II. MEWARANGI
Proses "memutih" bilah keris adalah kunci sukses pertama untuk mewarangi. Proses lainnya adalah "setelan" dalam membuat warangan yang pas untuk berbagai jenis bilah dan proses mewarangi itu sendiri.

Catatan :

Untuk penangguhan yang saya lakukan adalah sesuai dasar dari hasil penelitian fisik keris, bahan material, kualitas besi / baja, ilmu metalurgi, penataan dan bahan pamor, estetika rancang bangun, teknik tempa, dsb. Serta berkonsultasi juga dengan beberapa pakar maupun rekan perkerisan yg sudah memahami ilmu keris, semua berdasarkan penelitian dan bukan berdasarkan penilaian subjektif pribadi serta perkiraan saja. Maka dalam hal ini saya berusaha semaksimal mungkin untuk menangguh sesuai dengan fisik pusaka yang di maharkan, paling tidak mendekati masa pembuatannya. Namun jika anda merasa tidak sesuai dengan penangguhan saya, maka di persilahkan untuk menafsirkan sesuai pendapat masing-masing. Harap diperhatikan baik-baik detail foto barang dan deskripsi iklan yg saya pasang sebelum membeli, jika diperlukan simpanlah foto iklan barang sebelum melakukan transaksi. Jangan sampai ada anggapan negatif kepada penjual hanya karena kesalah pahaman persepsi penangguhan setelah barang sudah dimaharkan. Karena meskipun ada sertifikat keris sekalipun kadang masih ada juga yang tidak sesuai dalam penangguhan, artinya sertifikat keris juga tidak menjamin 100% ketepatan dalam penangguhan. Bahkan pernah pengalaman saya beberapa kali sertifikat yg saya buat di daerah Jakarta di tolak oleh beberapa orang kolektor karena isinya "di anggap" tidak sesuai dengan estimasi kerisnya secara fisik, jenis dapur, penamaan pamor, estimasi penangguhan sampai jenis aksessories keris yg digunakan tidak sesuai dengan fisiknya. Sehingga terkesan sertifikat keris dibuat dengan kurang teliti dan sekedar perkiraan saja tanpa ada penelitian lebih dalam tentang barang yg akan di identifikasi, padahal pembuatan sertifikat juga ada biaya pembuatanya ini pengalaman pribadi. Penangguhan bersifat kompleks yg butuh ilmu pengetahuan dan jam terbang yg tinggi untuk mengenal betul seluk beluk perkerisan. Dalam hal ini pembeli di anggap harus sudah paham dengan barang yg akan di beli. Namun sangat disarankan jika memungkinkan sebaiknya anda datang langsung untuk melihat barang yang di tawarkan agar lebih puas.

Jadilah pembeli yang CERDAS, Baca judul, baca deskripsi produk, baca juga catatan kami ini. Bukan cuma lihat harga dan gambar saja apalagi masih menanyakan spek yang sudah diterangkan dalam deskripsi iklan. Jangan beli tapi tidak tau barang atau fungsi/spesifikasi lalu main complain saja, karena barang yang di jual adalah sesuai dengan kondisi yang sebenarnya. Semua akan saya jelaskan semaksimal mungkin segi kelebihan dan kekurangan barang, baik dari foto maupun deskripsi iklan agar tidak ada yg merasa dirugikan. Kecuali ada kerusakan saat pengiriman barang, maka anda bisa langsung complain kepada pihak jasa pengiriman. Karena sebelum proses pengiriman semua barang kami pastikan dalam keadaan baik dan packing kami buat se aman mungkin untuk menghindari terjadinya kerusakan dalam proses pengiriman. Untuk beberapa "item" akan kami sertakan dengan asuransi pengiriman sesuai dengan harga barang yang anda beli. Secara spiritual semua pemaharan akan disertakan dengan ritual pelepasan pusaka disertai dengan doa-doa khusus, dengan harapan supaya pemiliknya nanti selalu sukses dalam mencapai semua tujuan serta hajadnya melalui pusaka yg dimaharkan atas izin Allah.

Motto :

Motto : Bagi pedagang, jadilah pedagang Tosan Aji yang mau belajar mendalami dan memahami nilai seni eksoteri dan isoteri Tosan Aji yang sebenar-benarnya. Karena pedagang Tosan Aji adalah pelestari Budaya. Bagi pembeli janganlah cari keris yang cuma sekedar bagus. Carilah keris yang benar-benar cocok.

Salam Rahayu

Kata pencarian :

Jenis Keris :

Keris Pasopati, Keris Brojol, Keris Tilam Upih, Keris Semar, Keris Damar Murub, Keris Kala Cakra, Keris Jalak Sumelang Gandring, Keris Omyang Jimbe, Keris Naga Pasa, Keris Naga Tapa, Keris Singa Barong, Keris Singo Kikik, Keris Naga Salira, Keris Naga Keras, Keris Nogo Sosro, Naga Sasra, Keris Buto Ijo, Keris Naga Siluman,Keris Jangkung, Keris Pulanggeni, Keris Sempana Bungkem, Keris Jaran Guyang, Keris Carang Soka, Keris Kidang Mas, Keris Panimbal, Keris Jaruman, Keris Kyai Sabuk Inten, Keris Kyai Sengkelat, Keris Bima Kurda, Keris Kara Welang, Keris Kala Munyeng, Keris Karno Tanding, Keris Sepokal, Tombak Pusaka, Keris Bali, Keris Lombok, Keris Bugis, Keris Sumatera, Keris Palembang, Keris Melayu, Keris Moro, Keris Sundang, dan Keris Pusaka Asli lainnya.

Pamor Keris :

Keris Pamor Udan Mas, Pamor Junjung Derajat, Pamor Pancuran Mas, Pamor Pamengkang Jagad, Pamor Pegat Waja, Pamor Wos Wutah, Pamor Beras Tumpah, Pamor Kulit Semangka, Pamor Tambal, Pamor Pulo Tirto, Pamor Kol Buntet, Pamor Adeg, Mrambut, Pamor Ilining Warih, Pamor Korowelang, Pamor Ron Genduru, Pamor Mayang Mekar, Pamor Kenanga Ginubah, Pamor Bendo Segodo, Pamor Melati Sinebar, Pamor Melati Rinonce, Pamor Bonang Rinenteng, Pamor Jung isi Dunya, Pamor Tunggak Semi, Pamor Putri Kinurung, Pamor Gumbolo Geni, Pamor Singkir Geni, Pamor Singkir Banyu, Pamor Singkir Angin, Pamor Raja Sulaiman, Pamor Batu Lapak, Pamor Tunggul Wulung, Pamor Lintang Kemukus, Pamor Sada Saler, Pamor Gubet Mayit (Buntel Mayit),Pamor Satria Pinayungan, Pamor Kelabang Sayuto, Pamor Sumur Bandung, Pamor Buntel Mayit, Pamor Ratu Pinayungan, Pamor Lawe Setukel, Saukel, Pamor Telaga Membleng, Pamor Wengkon, Pamor Tejo Kinurung, Pamor Rojo Gundolo, Pamor Raja Gundala, dan Aneka Pamor Lainnya.

Buku Keris :

Buku keris jawa antara mistik dan nalar, Buku ensiklopedia keris, Buku keris naga, buku keris majapahit, buku keris mataram, buku keris bugis, buku keris melayu.